Pengertian Hardisk: Komponen, Fungsi, Jenis & Cara Kerjanya

Disk keras, Cakram keras, atau Hard Disk Drive (HDD) merupakan sepotong teknologi yang tampak begitu umum tetapi memiliki kehidupan yang begitu luar biasa.

Tanpa HDD, panggung digital kita saat ini mungkin tidak akan berexistensi dalam bentuknya yang sekarang.

Tentunya pada era teknologi seperti sekarang ini, Orang-orang tidak asing lagi mendengar istilah hardisk.

Namun, apakah Anda mengetahui apa itu pengertian hardisk, sejarah komponen-komponennya, fungsinya, berbagai jenis yang ada, serta cara kerjanya?

Dalam artikel ini, kita akan mendalami semuanya.

Pengertian Hardisk

Hardisk, juga dikenal sebagai hard drive atau HDD (Hard Disk Drive), merupakan perangkat hardware komputer yang memiliki fungsi utama sebagai media penyimpanan data.

Bertempat di dalam casing CPU, hardisk memegang peran penting dalam sistem operasi sebuah komputer.

Kehadirannya nyaris tidak tergantikan meskipun hadirnya berbagai media penyimpanan lain dengan ukuran yang lebih mini dan portable, seperti flashdisk.

Sebab, hardisk memiliki kapasitas penyimpanan yang jauh lebih besar dan performa yang lebih stabil dibandingkan media penyimpanan lainnya.

Sejarah Hardisk

Sejarah hardisk berawal di tahun 1950-an. IBM adalah perusahaan pertama yang mengenalkan hardisk pada tahun 1956 dengan model IBM 305 RAMAC (Random Access Method of Accounting and Control).

Perangkat ini memiliki 50 plat sejajar (disk) yang masing-masing memiliki diameter 24 inci. Meskipun ukurannya besar, kapasitasnya cukup terbatas – hanya 5 MB data yang dapat disimpan.

Kompilasi data yang dihasilkan IBM 305 RAMAC sering digambarkan sebanding dengan isi setengah buku teks.

Dengan pasar yang dibutuhkan untuk menyimpan lebih banyak data dalam ruang yang lebih kecil, hardisk mulai diproduksi lebih kecil dan lebih ringkas, antara lain Perkin-Elmer yang meluncurkan “Disk Pack” pada tahun 1964.

Hardisk ini memuat sekitar 10MB, ukuran yang saat itu dianggap sangat revolusioner.

Balapan untuk memonitor perangkat penyimpanan data yang lebih baik, lebih kecil, dan lebih efisien telah dimulai dan terus berlanjut hingga hari ini.

Komponen-Komponen Hardisk

Sebagai pelengkap dalam memahami pengertian hardisk, penting untuk mengetahui komponen-komponen utama yang ada di dalamnya.

Platter

Platter adalah komponen utama hardisk yang berupa piringan metal berlapis material magnetik, tempat data disimpan. Ukuran dan jumlah platter dapat mempengaruhi kapasitas penyimpanan sebuah hardisk.

Read/Write Head

Read/Write Head berfungsi untuk membaca dan menulis data pada platter. Head ini berada sangat dekat dengan permukaan platter, tetapi tidak menyentuh langsung.

Read/Write Actuator Arm

Arm ini berfungsi untuk menggerakkan Read/Write Head ke titik dimana proses baca atau tulis data akan dilakukan.

Fungsi Hardisk

Berikut adalah beberapa fungsi utama dari hardisk:

Menyimpan Data Perangkat Lunak

Hardisk digunakan sebagai tempat penyimpanan utama untuk berbagai jenis perangkat lunak, baik sistem operasi, program, aplikasi hingga game.

Backup Data

Serbetakan hardisk juga digunakan untuk membackup data. Meski banyak solusi penyimpanan cloud, hardisk masih mampu menawarkan keamanan dan privasi yang lebih optimal.

Contohnya ketika komputer mengalamai malfungsi, semua data yang sebelumnya telah atau berada di cakram keras akan aman-aman saja.

Penyimpanan Database

Database dari berbagai aplikasi dan website disimpan di hardisk. Ini memastikan akses data yang cepat dan andal. Tujuan lainnya adalah memudahkan pengguna saat ingin membuka data mereka pada server.

Menyimpan Data Sistem Operasi

Semua data dan file yang berkaitan dengan sistem operasi komputer disimpan dalam hardisk.

Tentunya pengguna tidak akan dapat menginstall sistem operasi apapun apabila tidak ada cakram keras yang tertanam pada perangkat PC ataupun laptop.

Menyimpan File User

File-file yang dibuat atau diunduh oleh user seperti dokumen, foto, video, dan lainnya, disimpan dalam hardisk.

Jenis-Jenis Hardisk

Berbagai jenis hardisk telah dikembangkan, masing-masing memiliki keunikan dan keunggulannya sendiri.

ATA/AIDE

ATA (Advanced Technology Attachment) atau juga dikenal sebagai IDE (Integrated Drive Electronics) adalah jenis hardisk yang paling awal dan paling umum digunakan pada PC.

Jenis ini merupakan standar utama yang dipakai pada interface berbasis koneksi bus. Kelebihannya terletak pada harga yang lebih terjangkau dibandingan dengan yang lainnya.

SCSI

SCSI (Small Computer Systems Interface) adalah jenis hardisk yang biasa digunakan pada server dan komputer workstation karena performanya yang handal.

Kelebihannya terletak pada kemampuannya untuk secara bersamaan menjalankan hardisk yang aktif.

RAID

RAID (Redundant Array of Independent Disks) adalah teknologi penyimpanan yang mengkombinasikan beberapa disk drive fisik menjadi sebuah unit logis untuk peningkatan performa dan keandalan.

SATA

SATA (Serial ATA) adalah versi lebih baru dari ATA, dengan kecepatan transfer data yang lebih tinggi dan koneksi kabel yang lebih ramping.

SSD

SSD (Solid State Drive) adalah jenis hardisk terbaru yang menggunakan flash-based memory, menjadikannya lebih cepat dan lebih tahan lama dibanding hardisk konvensional.

Setiap jenis hardisk memiliki cara kerja yang berbeda-beda sesuai dengan perancangan dan teknologi yang digunakan.

Namun pada dasarnya, semua hardisk bekerja dengan prinsip yang sama, yaitu membaca dan menulis data di platter menggunakan read/write head yang digerakkan oleh actuator arm.

Cara Kerja Hardisk

HDD adalah perangkat penyimpanan data magnetis. Cara kerjanya? Sangat mendasar tetapi sangat genius pada saat yang sama. Data disimpan dalam pola magnetik pada permukaan cakram berputar dalam drive.

Informasi ditulis dan dibaca oleh “kepala” yang mengambang di atas cakram saat berputar. Setiap bit data direpresentasikan oleh polaritas magnetik dari daerah kecil di disk.

Perangkat keras mula-mula menulis data pada hard drive dengan mengirimkan arus listrik ke belitan tembaga kecil yang menghasilkan medan magnet di ujung kepala tulis.

Medan ini merubah polaritas permukaan magnit pada disk dalam area kecil yang mengkodkan bit data. Kepala baca kemudian mendeteksi perbedaan polaritas ini saat disk berputar untuk membaca data yang telah direkam sebelumnya.

Proses tersebut terjadi dengan sangat cepat dan akurat, memungkinkan komputer untuk melakukan berbagai tugas dengan efisien.

Akhir Kata

Hardisk telah menjadi tonggak penting dalam sejarah perkembangan teknologi.

Lebih dari sekadar perangkat penyimpanan data, HDD telah memfasilitasi perkembangan berbagai jenis teknologi dan aplikasi – mulai dari sistem operasi hingga internet, dan banyak lagi.

Memahami Apa itu pengertian hardisk, sejarah komponen, fungsi, jenis yang ada, serta cara kerjanya? adalah langkah penting untuk mengapresiasi betapa revolusioner dan pentingnya teknologi ini.

Tidak mungkin kita akan hidup dalam dunia digital yang akrab tanpa adanya hardisk. Meski saat ini mungkin mulai digantikan oleh teknologi SSD, namun kontribusi dan peran hardisk pada dunia digital tidak pernah bisa disepelekan.

Semoga artikel ini memberikan wawasan baru tentang hardisk dan bisa menjadi pedoman bagi Anda dalam memilih hardisk yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Selalu pastikan bahwa hardisk Anda dalam kondisi baik dan lakukan backup data secara rutin untuk menjaga data Anda aman dan terlindungi.

Tinggalkan komentar