Pengertian BIOS: Sejarah, Struktur dan Fungsinya

Ketika kita menyentuh komputer atau laptop, banyak dari kita mungkin tidak sepenuhnya memahami semua komponen yang berkontribusi pada fungsi optimal mereka.

Ini merupakan elemen kunci yang tampil sebelum sistem operasi komputer berfungsi.

Pada hari ini, solusipc.com akan menjelaskan pengertian BIOS, Sejarah, Struktur yang dimilikinya serta fungsinya pada sebuah komputer.

Pengertian BIOS

BIOS adalah jenis khusus dari perangkat lunak yang dijalankan ketika komputer baru saja dinyalakan atau di-restart.

Ia berperan dalam memeriksa dan menginisialisasi semua perangkat keras pada komputer atau server, termasuk CPU, RAM, dan hard disk.

BIOS juga mengatur berbagai perangkat keras dan pengaturan sistem yang kritis, seperti urutan boot, kecepatan, dan voltase.

BIOS adalah firmware yang disimpan pada chip memori non-volatile pada motherboard.

Dengan kata lain, BIOS menetap pada komputer walaupun daya mati, dan tidak dapat dengan mudah diubah atau dihapus oleh pengguna atau aplikasi perangkat lunak.

BIOS biasanya dirancang dan dikendalikan oleh produsen komputer atau motherboard, dan bukan oleh pengguna atau pengembang sistem operasi.

Pada mulanya, BIOS disimpan dalam ROM (Read-Only-Memory). Namun, seiring perkembangan teknologi, BIOS kini disimpan dalam EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read-Only Memory) atau flash memory.

Keuntungan utama dari EEPROM adalah BIOS dapat diupdate untuk menambahkan fitur baru atau memperbaiki bug.

Dalam istilah awam, BIOS dapat dianggap sebagai ‘pengatur’ di belakang layar yang memungkinkan perangkat keras dan perangkat lunak kita berkomunikasi tanpa konflik.

Dengan demikian, BIOS memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas dan performa sistem komputer kita.

Sejarah BIOS

Awal Mula BIOS

Sebelum mengenal sejarah BIOS, kita perlu mengetahui tentang sutradara di balik invensi BIOS. BIOS pertama kali diperkenalkan oleh Gary Kildall, seorang insinyur komputer dan perintis sistem operasi, pada tahun 1975.

Kildall menciptakan sistem operasi pertamanya, yang disebut dengan CP/M (Control Program for Microcomputers), untuk komputer Intel 8080.

BIOS dalam CP/M bertugas untuk menginisialisasi perangkat keras komputer dan menyediakan layanan perangkat keras dasar (seperti membaca dan menulis ke disk) untuk sistem operasi dan perangkat lunak yang di atasnya berjalan.

Di era komputer awal, BIOS tidak selalu terintegrasi ke dalam chip pada papan induk komputer seperti saat ini.

Pada tahun 1981, IBM meluncurkan Personal Computer (PC) yang dilengkapi dengan IBM PC BIOS.

BIOS ini melibatkan beberapa chip dan terdapat di dalam ROM pada papan induk. BIOS pada IBM PC ini menjadi landasan untuk pengembangan BIOS pada komputer-komputer berikutnya.

Perkembangan BIOS

Dalam kurun waktu sekitar satu dekade sejak dirilisnya IBM PC, BIOS mengalami berbagai penyesuaian dan evolusi. Salah satu contoh evolusi BIOS adalah adanya pengenalan grafis pada BIOS.

Pada tahun 1984, salah satu produsen kartu grafis, ATI, mulai mengembangkan BIOS dengan dukungan display grafis, yang kemudian dikenal sebagai Video BIOS atau VBIOS.

Dukungan tampilan grafis ini memungkinkan pengguna untuk melihat informasi BIOS dalam bentuk tampilan yang lebih mudah dimengerti dan interaktif.

Pada awal 1990-an, BIOS juga mengalami perubahan yang signifikan, salah satunya adalah BIOS yang mampu secara otomatis mendeteksi dan mengkonfigurasi perangkat keras yang terpasang pada komputer.

Perubahan ini memudahkan pengguna, karena mereka tidak perlu lagi mengkonfigurasi perangkat keras secara manual melalui jumper atau mengatur parameter dalam BIOS itu sendiri.

BIOS pada Komputer Modern

Hingga tahun 2000-an, BIOS telah menjadi bagian penting dari sistem operasi komputer. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, BIOS mulai dianggap kurang mampu mengikuti kebutuhan komputer modern.

BIOS yang berbasis pada sistem Legacy BIOS mulai digantikan oleh teknologi Unified Extensible Firmware Interface (UEFI).

UEFI dikembangkan oleh Intel untuk mengatasi keterbatasan BIOS, terutama pada kapasitas dan kecepatan booting. UEFI merupakan antarmuka perangkat lunak yang fleksibel dan dapat dikonfigurasi dengan lebih mudah.

UEFI memungkinkan komputer untuk boot lebih cepat, memiliki kapasitas memori yang lebih besar dan mendukung booting dari sistem pengamanan seperti secure boot yang belum ada pada sistem BIOS sebelumnya.

Apakah Semua Sistem Operasi Memiliki BIOS?

Tidak semua sistem operasi memiliki BIOS. BIOS umumnya ditemukan pada komputer pribadi dengan sistem operasi seperti Windows, Linux, dan variasi Unix lainnya.

Pengguna Mac biasanya tidak berinteraksi dengan BIOS karena sistem operasi MacOS menggunakan sistem berbeda, yang dikenal sebagai EFI (Extensible Firmware Interface) atau, dalam versi terbarunya, UEFI (Unified Extensible Firmware Interface).

UEFI menawarkan sejumlah peningkatan dibandingkan BIOS tradisional, termasuk fitur keamanan canggih dan waktu boot yang lebih cepat.

Untuk sistem operasi berbasis seluler, seperti Android dan iOS, mereka juga tidak menggunakan BIOS dalam bentuknya yang tradisional.

Perangkat seluler memiliki firmware tertanam yang melakukan peran serupa. Namun, firmware ini sering kali lebih terbatas dibandingkan BIOS pada PC, dan pengguna umumnya tidak dapat mengakses atau merombak pengaturannya.

Terlepas dari hal ini, BIOS tetap menjadi komponen kunci bagi sebagian besar sistem operasi pada komputer pribadi dan server.

Struktur BIOS

Struktur BIOS terdiri dari beberapa komponen utama yang masing-masing memiliki fungsinya sendiri.

Perlu dipahami bahwa struktur BIOS ini secara umum adalah standar, meskipun bisa jadi ada perbedaan kecil tergantung pada produsen.

  • Pertama, ada Power-On Self Test (POST): Sebagai komponen pertama yang beraksi ketika komputer dinyalakan, peran POST adalah melakukan pengecekan awal pada semua perangkat keras dalam sistem, memastikan semuanya beroperasi dengan baik. Tugas ini menjadi sangat penting karena POST akan memberi tahu kita bila ada masalah dengan perangkat keras lewat kode beep yang berbeda-beda.
  • Komponen kedua adalah BIOS Setup Utility: Ini adalah antarmuka yang memungkinkan kita untuk mengkonfigurasi pengaturan BIOS dan hardware lainnya. BIOS Setup Utility menawarkan kontrol penuh atas perangkat keras komputer, memungkinkan kita untuk mengubah pengaturan seperti urutan boot, parameter memory, dan lainnya.
  • Dan terakhir, ada Boot Sequence: Ini adalah bagian dari BIOS yang bertanggung jawab untuk memuat sistem operasi ke dalam memory. Boot Sequence adalah komponen kritis dalam BIOS yang memastikan sistem operasi dapat dimuat dan berfungsi dengan baik.

Fungsi BIOS

BIOS memiliki beberapa fungsi utama. Sebagaimana disebutkan sebelumnya, BIOS berfungsi sebagai sebuah penghubung antara perangkat keras dan perangkat lunak, tetapi fungsi BIOS tidak berhenti sampai di situ.

Salah satu fungsi utama BIOS adalah menginisialisasi dan menguji perangkat keras sistem ketika komputer dinyalakan. Ini dilakukan oleh komponen POST.

BIOS akan memeriksa dan memastikan bahwa semua perangkat keras dapat berfungsi dengan baik sebelum sistem operasi dimulai. Jika ada kesalahan dalam proses ini, BIOS akan memberikan peringatan, biasanya melalui seri kode beep.

Fungsi BIOS lain yang sangat penting adalah melakukan load dan start sistem operasi.

Setelah semua hardware telah diuji dan dikonfirmasi berfungsi, tugas BIOS selanjutnya adalah menyiapkan sistem operasi.

Ia melakukan ini dengan mencari dan mengeksekusi boot loader dari perangkat penyimpanan yang telah ditentukan dalam pengaturan BIOS.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, BIOS juga memiliki fungsi konfigurasi. Melalui BIOS Setup Utility, kita bisa mengubah berbagai pengaturan perangkat keras seperti menentukan urutan boot, mengatur kecepatan kipas, menentukan parameter memory, dan banyak lagi lainnya.

Putaran pemeriksaan ini memastikan bahwa komputer siap untuk mengambil langkah berikutnya, yaitu menjalankan sistem operasional yang dipilih.

Penutup

Demikian penjelasan mengenai pengertian BIOS dan keterkaitannya dengan sistem operasi.

Semoga informasi ini menambah wawasan dan pengetahuan kita semua tentang teknologi komputer dan sistem operasi.

Tinggalkan komentar